Menristekdikti Resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia - Lingkar Fakta

Sunday, 17 February 2019

Menristekdikti Resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia


DEPOK, lingkarfakta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) berlokasi di Kompleks Kampus UI, Depok. RSUI dapat menerima pasien dari masyarakat sekaligus beroperasi menjadi tempat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan.

Nasir mengatakan, Kemenristekdikti telah membangun 24 rumah sakit pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari 24 rumah sakit pendidikan tersebut, 12 sudah operasional dengan baik.

Nasir menilai RSUI sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik dan terbesar yang ada di Indonesia.

"Saya telah berkunjung pada seluruh rumah sakit pendidikan di Indonesia, saya rasa ini yang terbaik dan terbesar. Selamat kepada Universitas Indonesia," tutur Nasir. Selasa, (12/2/2019).

Nasir juga mengapresiasi UI yang telah membangun rumah sakit dengan fasilitas yang baik dan memiliki teknologi tahan gempa hingga 9 skala Richter. Namun, ia mengingatkan agar UI tidak berpuas diri dengan capaian yang ada.

UI dan RSUI dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri dan mempelajari 'best practice' dari perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan negara lain yang telah lebih maju.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UI, Muhammad Anis, menginginkan RSUI memberikan layanan yang prima bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Depok.

"RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI, yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (inter-professional education)," tambah Anis.

Ia menyebutkan, RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai universitas regional.

Direktur RSUI, Julianto Witjaksono, menjelaskan RSUI merupakan rumah sakit perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services).

Yaitu, mulai dari pelayanan primer, sekunder, hingga pelayanan unggulan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, RSUI juga dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyamanan pasien.

"Konsep ini berkesesuaian dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan. Pelayanan Kesehatan Satu Atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efisien," tegas Julianto.

Selain itu, menurut dr. Vita Sp OG, RS UI jug diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peresmian RSUI ini turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia, H.E. Ishii Masafumi, dan Chief representatives JiCA Indonesia, Yamanaka Sinichi

Kemudian, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti, serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar, Dr. Maman Sp Rad, dan dr Vita Sp OG. (ari)
Comments


EmoticonEmoticon