January 2019 - Lingkar Fakta

Thursday, 31 January 2019

Hadiri Ultah Megawati, Jokowi Doakan Sehat dan Bahagia


JAKARTA, LINGKARFAKTA.COM - Presiden Joko Widodo menghadiri acara perayaan hari ulang tahun ke-72 Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Acara ini digelar di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Tiba di lokasi pukul 14.27 WIB, Presiden Joko Widodo disambut langsung oleh Megawati. Keduanya bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla kemudian berjalan memasuki ruangan dan duduk di barisan paling depan.

Dalam acara yang bertajuk 'Bangun Pemudi Pemuda' tersebut, ditampilkan sejumlah pagelaran seni dan budaya, antara lain tarian Alam Nirmala, adegan Gempita Millenial, dan nyanyian Tunas Bangsa. Selain itu ditampilkan juga adegan 'Pemuda Kok Gitu?', tarian Merah Putih, hingga adegan Mahadaya Cinta.

Pada kesempatan ini, Megawati juga memotong tumpeng. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Selepas acara, di hadapan para jurnalis Presiden menyampaikan selamat ulang tahun untuk Megawati sekaligus mendoakannya.

"Saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Dan dalam hari yang berbahagia ini, saya tadi menyampaikan selamat ulang tahun yang ke 70 plus 1 plus 1. Dan semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada beliau dan Allah selalu memberikan kebahagiaan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," ucap Presiden. Rabu, (23/1/2019).


Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Ibu Tuti Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Ibu Herawati Boediono, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, serta sejumlah tokoh nasional. (ari)

Siapakah Penanggung Jawab Utama Terhadap Keselamatan Pancasila dan UUD 1945 ?


JAKARTA, LINGKARFAKTA.COM - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPN PA GSNI) mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun ke 60 Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Syukuran Hari Ke 1 Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (PA GSNI). 

Acara tersebut dihadiri oleh Para Alumni GSNI antara lain Dr. Soenarto (Ketua Umum),  Ir. Triwi Husodo (Sekjen), Waluyo Martosugito (Pendiri GSNI dan Penasehat PA GSNI), Jend. Purn. TNI Tyasno Sudarto (Alumni GSNI dan Penasehat PA GSNI), Hadi Harjono dll dan dihadiri pula oleh tamu undangan dari perwakilan organisasi se azas (Marhaenis) antara lain Hj. M. Suprapti, SH., M.Hum (Ketua Umum Perwanas), Dr. Moh. M.C. Soenhadji (Ketua Umum ISRI), Dr. Benny Soedhiro (DPN Keluarga Besar Marhaenis), Ir. Iwan Hendrawan (Sekjen Pemuda Demokrat Indonesia). 

Acara tersebut diadakan secara sederhana dengan memotong tumpeng oleh Ketua Umum PA GSNI Soenarto di dampingi Sekjen PA GSNI Triwi Husodo diberikan pada pendiri GSNI Waluyo Martosugito dan Penasehat PA GSNI Jend. (Purn) TNI. Tyasno Sudarto yang dilanjutkan dengan sambung rasa dengan pemberian wedangan oleh pendiri dan Penasehat PA GSNI tersebut di atas. 

Dalam paparannya Waluyo Martosugito mengatakan bahwa lahirnya GSNI yang merupakan fusi dari GSN dan IPNI adalah suatu dinamika dari spirit perjuangan IPPI Pancasila, yang mana saat itu juga Pemuda Demokrat Indonesia yang berbasis teritorial membantu dalam menginisiasi terbentuknya Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) yang juga berbasis teritorial, dimana saat itu kondisi politik kebangsaan sedang hangatnya dalam perdebatan dalam Badan Konstituante. 

Waluyo juga menyampaikan Bangsa Indonesia menjadi kenyataan, karena dua kali ada komponen bangsa merelakan dominannya demi persatuan antara lain pertama, dalam sumpah pemuda 1928 para pemuda Jong Djava merelakan bahasa Melayu yang dijadikan bahasa Indonesia, kedua adalah penetapan lima sila Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Pembukaan UUD 1945. 

Waluyo mengingatkan kenyataan yang tak menggembirakan terkait erat dengan masih bertahannya tiga faktor yang membuat Pancasila tetap masih marjinal dalam haru biru perkembangan politik Indonesia yaitu pertama, dalam ingatan bersama banyak kalangan, Pancasila masih dipandang tercemar.

“Karena kebijakan Soeharto yang pernah menjadikan Pancasila sebagai alat politik mempertahankan status quo kekuasaan, kedua, liberalisasi politik dengan penghapusan tentang Pancasila sebagai satu-satunya asas setiap organisasi, memberi peluang bagi adopsi asas-asas ideologi lain, ketiga desentralisasi dan otonomi daerah yang sedikit banyak memperkuat semangat kedaerahan, berbau nasionalisme lokal,” pungkas Waluyo. Senin, (21/1/2019).

Selain itu Waluyo Martosugito memberikan pertanyaan untuk direnungkan oleh segenap anak bangsa khususnya anggota dan kader GSNI, permasalahannya siapakah penanggungjawab utama terhadap keselamatan Pancasila dan UUD 1945? 

Lain halnya dengan Jend. (Purn). TNI. Tyasno Sudarto, saat ini politisi banyak berdiskusi persoalan di hilir saja, padahal yang sudah rusak adalah hulunya, selain Pemimpin yang baik bangsa ini harus memiliki sistem yang baik pula, caranya kembali ke UUD 1945 dan perubahan dilakukan secara addendum. 

Tyasno juga mengajak seluruh komponen GSNI dan Marhaenis senantiasa mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yangmana juga beliau mengingatkan pada seluruh pejabat publik dan penyelenggara negara bahwa dalam sumpah jabatan ada klausul setia kepada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sekjen Pemuda Demokrat Indonesia, Ir. Iwan Hendrawan mengangkat issue terkait TAP MPR No. VII/2001 tentang Visi Misi Indonesia Masa Depan, dimana saat ini pejabat publik mempunyai kewajiban membuat dan menyampaikan visi dan misi, sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan karena seluruh penyelenggara negara wajib menjalankan perintah UUD 1945, yang mana visi misi bangsa Indonesia telah termaktub dalam pembukaan UUD 1945. 

Iwan menegaskan Visi Misi Bangsa tidak bisa dibuat oleh orang perorang tapi merupakan kerja kolektif dan memiliki legitimasi dari rakyat dalam perwujudan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 

Dr. Soenarto, Ketua Umum PA GSNI dalam paparannya menegaskan Persatuan Alumni GSNI bersifat Independen, tidak berafiliasi partai apapun, tantangan kedepan bangsa adalah mempersiapkan kader-kader Bangsa untuk mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang mana tantangan besar bangsa saat ini adalah Narkoba, Terorisme dan Keyakinan akan Pancasila menurun. 

Suprapti, Ketua Umum Perwanas menyampaikan terus bekerja dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat PAUD dan TK 17 Agustus dan Siwi Peni walau dalam sebatas kemampuan dan kesederhanaan dengan perhatian yang minim Pemerintah, walau Ia melihat gejala yang mana banyak sekali pendidikan usia dini dan anak saat ini jauh dari pembentukan karakter kebangsaan (nasionalisme). 


Selain itu dalam sambung rasa  Dr. Moh. M.C. Soenhadji yang juga pada era Bung Karno dikirim ke luar negeri pada saat masih kuliah di ITB yang mana saat itu mahasiswa - mahasiswa yang di kuliah kan ke luar negeri dengan sebutan Mahasiswa Ikatan Dinas (Mahid) yang rata-rata untuk belajar tehnologi dan ekonomi, mengingatkan pada peserta yang hadir bahwa yang kita perlu persiapan saat ini adalah Sumber Daya Manusia untuk menyongsong tahun 2045 yang mana Indonesia akan menjadi negara 6 besar dunia dengan tingkat GDP yang besar dan itulah tugas besar GSNI dan PA GSNI ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI). (ari)

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana yang Ramah Perempuan Perempuan dan Anak


JAKARTA, LINGKARFAKTA.COM - Peristiwa bencana alam, meliputi gempa dan tsunami yang melanda Lombok, Palu, Banten, Lampung beberapa waktu lalu, mendorong Pemerintah untuk terus berupaya melakukan penguatan (mitigasi) penanggulangan bencana di Indonesia.

Upaya tersebut diantaranya mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Sistem Nasional Peringatan Dini Multi Ancaman Bencana (Sisnas-Perdimana) yang dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Perkembangan Penyelenggaraan Penanganan Bencana di Indonesia yang dihadiri 25 wakil Kementerian/Lembaga (K/L) di kantor Kemenko PMK, Jakarta, hari ini.

“Kemen PPPA telah ikut serta berupaya menangani bencana mulai dari tanggap darurat, hingga proses rehabilitasi yang responsif gender dan responsif terhadap hak anak. Hal tersebut dilakukan dengan menyusun model penanganan dan rehabilitasi yang ramah perempuan dan anak, hal inilah yang dibutuhkan dalam konsep penanganan  terpadu. Misalnya membuat model rehabilitasi ekonomi bagi perempuan korban bencana, trauma healing, ruang ramah perempuan yang saat ini telah dibangun di kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala,” ujar Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Perkembangan Penyelenggaraan Penanganan Bencana di Indonesia hari ini. Selasa, (22/1/2019).

Pribudiarta mengungkapkan bahwa Kemen PPPA akan mengupayakan agar model dan pedoman yang telah dibuat tersebut sebagai hasil kerjasama dengan UNFPA dibawah koordinasi Sub Klaster Deputi Perlindungan Hak Perempuan, secepatnya dapat diintegrasikan ke dalam Perpres Sisnas Perdimana yang sedang disusun. Upaya lainnya yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perempuan dan anak terkait waspada bencana dan cara menyelamatkan diri dari bencana, melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), desa-desa layak anak, sekolah ramah anak.

Pribudiarta juga menambahkan bahwa Relawan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) juga dapat ikut berperan dalam penanganan bencana di Indonesia.

“Hasil diskusi pada rakor hari ini, menggambarkan bahwa masih belum adanya sinergi antar K/L dalam penguatan penyelenggaraan atau mitigasi penanggulangan bencana di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya sinergi dan koordinasi terarah  antar K/L terkait penanganan maupun mitigasi bencana yang akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia, karena Indonesia merupakan wilayah ring of fire. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat, sinergitas K/L, TNI-Polri, Basarnas dan lainnya, bahwa setiap ada bencana kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri," ucap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memimpin rakor siang tadi.

Namun Puan menegaskan, bahwa dalam hal tanggap darurat yang bertanggung jawab penuh adalah gubernur, bupati-walikota, dan pemerintah daerah karena yang paling tahu wilayah dan masyarakatnya adalah pemerintah daerah, Pemerintah pusat hanya akan membackup. Pada bidang mitigasi, perlunya sinergitas antarlembaga seperti BMKG, BIG, dan BMKG, Kementerian ESDM, agar bisa berbagi data dalam pencegahan untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat bencana. Selain itu, sosialisasi dan edukasi masyarakat akan kita tingkatkan. Kemensos, Kemendikbud, Basarnas dan K/L lain sudah membentuk dua program tersebut. Diantaranya yaitu 'goes to school' yang memberikan pendidikan pada anak di sekolah terkait waspada bencana. 


“Selain K/L, pemerintah daerah juga diminta untuk berkomitmen bersama berperan dalam mitigasi bencana. Seperti tidak memberikan izin pembangunan untuk wilayah rawan bencana. Wilayah mana yang tidak boleh dibangun rumah dan lain-lain, sedang kita minta ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dengan data BMKG, Bappenas, Badan Geologi, agar pemda tidak memberikan izin kepada RT/RW di wilayah yang rawan bencana," tegas Puan. (ari)

Pemerintah Siapkan Bantuan Modal Kerja Nelayan Melalui Bank Mikro Nelayan


JAKARTA, LINGKARFAKTA.COM - Bank Mikro Nelayan adalah bank mikro yang disiapkan secara khusus oleh pemerintah untuk memberikan bantuan modal kerja dan modal investsi bagi para nelayan dan pembudidaya ikan. 

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bersilaturahmi dengan sejumlah perkumpulan nelayan dan petambak di seluruh Indonesia. Silaturahmi tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Januari 2019.

Lebih lanjut, Presiden meminta agar para nelayan betul-betul memanfaatkan keberadaan program ini.

"Sejauh ini yang sudah tersalur itu baru Rp132 miliar. Target kita tahun ini Rp975 miliar. Jadi masih jauh sekali. Tolong ini dimanfaatkan," tegasnya.

Bank Mikro Nelayan memberikan akses dan bantuan bagi para nelayan untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidupnya. Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan untuk melakukan kalkulasi usaha sebelum melakukan peminjaman.

"Ini memberikan peluang, tapi saya titip juga hati-hati penggunaannya. Harus dihitung, harus dikalkulasi," terang Presiden.

Presiden ingin agar para nasabah Bank Mikro Nelayan memanfaatkannya untuk modal kerja, bukan untuk hal yang bersifat konsumtif semata.

"Kalau pinjam misalnya Rp300 juta, yang Rp150 juta jangan untuk beli mobil atau Rp15 juta untuk beli motor, untuk gagah-gagahan. Enam bulan gagah selanjutnya enggak bisa nyicil, bank ya tarik," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara memberikan kesempatan kepada sejumlah perwakilan nelayan dan pembudidaya ikan untuk menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya ialah Nur Hidayah yang mewakili Jaringan Perempuan Nelayan.

Ia menjelaskan bahwa kaum perempuan dalam kesehariannya di sektor perikanan bekerja dalam rantai produksi pengolahan hingga pemasaran ikan yang dikumpulkan oleh para nelayan. Namun, profesi ataupun kegiatan tersebut dalam sejumlah kesempatan belum tercakup oleh sejumlah layanan yang diberikan kepada pemerintah seperti layanan Bank Mikro Nelayan dan asuransi nelayan.

"Ada kesulitan perempuan untuk mengakses yang salah satunya asuransi nelayan. Identitas di KTP itu pekerjaannya harus nelayan. Sementara perempuan rata-rata identitasnya ibu rumah tangga," ucapnya.

Kepala Negara yang mendengar hal tersebut mengatakan bahwa dirinya memahami keluhan yang disampaikan oleh Nur Hidayah dan para perwakilan lainnya. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini agar para nelayan perempuan dapat mengakses bantuan permodalan untuk para nelayan di kemudian hari.

"Setuju. Nangkap (paham) saya," kata Presiden.

Sementara itu, perwakilan nelayan lainnya, Iin Rohimin menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan juga pembudidaya ikan.

"Di antara program-program yang sangat kami rasakan manfaatnya adalah diluncurkannya Bank Mikro Nelayan, asuransi untuk nelayan, kemudian kelompok-kelompok di daerah menerima perhutanan sosial di sekitar pesisir," tuturnya.


Untuk diketahui, dalam silaturahmi tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. (ari)

Wednesday, 30 January 2019

Koruptor dan Kaum Intoleran Ada Dibalik Serangan atas PSI, Benarkah ?

Jakarta ,Beberapa waktu terakhir serangan atas Partai Solidaritas Indonesia semakin sistematis dan meluas. Setelah perusakan atas atribut, disusul coretan-coretan PKI di spanduk, baliho dan atribut partai lainnya, kini muncul baliho dan spanduk yang mengatasnamakan PSI dengan tulisan "Hargai Hak-hak LGBT".


*Perlu kami tegaskan bahwa: spanduk dan baliho itu BUKAN dibuat oleh PSI.*


Kami menduga serangan sistematis ini dilakukan oleh kelompok-kelompok politik yang terganggu oleh perjuangan PSI melawan korupsi dan intoleransi. 


Sikap PSI yang non kompromistis terhadap para pencuri uang rakyat dan kelompok radikal intoleran yang gemar melakukan tindakan sewenang-wenang rupanya mulai membuat kekuatan politik hitam negeri ini khawatir dan mencoba melemahkan partai baru ini.


Kepada mereka kami tegaskan bahwa serangan-serangan kotor semacam ini tidak akan menyurutkan sikap PSI. Sebagaimana kami tegaskan lewat pidato Ketua Umum Grace Natalie, partai ini berjanji akan berada di garis depan di dalam membersihkan praktik korupsi di DPR dan DPRD. Partai ini juga akan menjadi perpanjangan aspirasi kelompok Nasionalis dan moderat untuk berhadap-hadapan melawan kaum intoleran.


Hasil survei memperlihatkan dukungan publik atas perjuangan PSI semakin besar. Y-Publica menyebut elektabilitas PSI kini 2,9 persen. Survei Charta Politika memperlihatkan elektabilitas PSI 1,5 persen. Partai ini terus menunjukkan kenaikan dukungan, dan rupanya inilah yang membuat para koruptor dan kaum intoleran menjadi gerah dan melakukan serangan sistematis.


Setiap sikap politik PSI selalu ada/diumumkan di website resmi partai PSI.id dan akun-akun media sosial partai.


Kepada seluruh kader PSI, diserukan untuk semakin solid, dan terus turun ke akar rumput melanjutkan kerja politik. Perubahan semakin dekat, kita tidak akan mundur selangkahpun menghadapi serangan-serangan kotor seperti ini.


Raja Juli Antoni

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia

(AF/Tim)

Tuesday, 29 January 2019

SC Musda XIV KNPI Garut Tidak Netral


GARUT, LINGKARFAKTA.COM - HMI Cabang Garut mengaku selalu mencoba membuka komunikasi dengan siapapun. Tapi yang menjadi pertanyaannya, kenapa keputusan SC seolah olah dipaksakan dan tidak netral.

Maka dari itu, agar tidak salah dalam pemahaman situasi kondisi menuju Musda DPD KNPI Kab. Garut, harus ada solusi serta diketahui dan disaksikan oleh semua lapisan yang ada kaitan dengan DPD KNPI Kab. Garut. Termasuk oleh OKP, PK KNPI dan yang lainnya.

Sangat disayangkan ketika Pengumuman Hasil Rapat Verifikasi Berkas Bakal Calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut Periode 2019-2022 tidak meloloskan salah satu calon Karena tidak memenuhi syarat "Saya pribadi selaku Pengurus OKP tingkat Kab. Garut merasa ini sudah tidak benar dan didukung oleh beberapa OKP dan PK KNPI di Kab. Garut untuk menolak Musda DPD KNPI Kab. Garut yang dilaksanakan di Gedung LEC, 24 Januari 2019,”

Ini sangat merusak demokrasi apalagi  sekaliber organisasi KNPI. Untuk saya berharap, Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) dapat mengawal proses pencalonan para kandidat dengan seadil-adilnya, sehingga bisa membawa perubahan yang lebih baik.

"Saya berharap kepada rekan-rekan SC dan OC juga rekan-rekan pemuda yang lain, agar bisa mengawal proses ini secara adil dan bermartabat sehingga dari proses ini menghasilkan perubahan bagi pemuda Garut,".

Seharusnya, Ketua SC menyambut dengan baik para kandidat dan meminta pihak yang terlibat untuk ikut mengawal dan mengkritisi jika ada hal-hal yang tidak berkenan dalam proses pendaftaran Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut.

“Berkas yang diterima sudah melahirkan kroscek awal dan sudah dinyatakan lengkap, dan sudah diberikan Kepada SC, dan telah diumumkan pada hari Senin kemarin, untuk selanjutnya kita lakukan tahapan terakhir,"
Apalagi terdengar isue adanya intimidasi dan tekanan terhadap beberapa OKP/PK KNPI yang merekomendasi salah satu calon oleh oknum tim calon yg lain.

Terlepas siapapun yang terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Kab. Garut periode 2019-2022, saya berharap semoga hasilnya tidak menjadi cacat hukum.

Oleh : Robi A Hilmi (Pengurus HMI Cabang Garut)

IBU NGATMISIH BERPELUANG UNTUK MENERUSKAN ESTAFET PEMERINTAHAN WALI KOTA SURABAYA IBU TRI RISMAHARINI




Lingkarfakta.com, Surabaya – Sosok Perempuan Cerdas, Energik dan Menjadi Ibunya Kota Pahlawan Satu tahun lagi akan berakhir Jabatanya Sebagai Wali Kota Surabaya, tepatnya pada tahun 2020 mendatang setelah dua periode memimpin, masa jabatan Tri Rismahari (Risma ) sebagai Wali Kota Surabaya akan berakhir. Sejumlah nama pun belakangan muncul digadang-gadang sebagai calon pengganti Wali Kota Risma. Setidaknya ada sepuluh nama yang sudah muncul di media, dan banyak dibicarakan publik untuk maju dalam Pilwali Kota Surabaya mendatang, dan menggantikan Tri Rismaharini untuk Periode 2021 – 2026.

Terkait hal itu, Pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga Suko Widodo memaparkan, dengan kriprah serta kualitas sosok Risma yang begitu kuat di masyarakat, Jelas akan ada tantangan tersendiri bagi calon penerus yang akan maju menggantikan Risma.
Sebab, mereka harus mampu menawarkan kapasitas yang minimal setara dengan sosok Risma yang menang mutlak di Pilwali Kota Surabaya dengan perolehan 86,22 persen di 2015 lalu.

"Wali Kota Surabaya ke depan, idealnya cerdas, inovatif, care dan komunikatif. Saya sendiri cenderung memilih wali kota yang teknokrat dengan didukung kemampuan komunikasi publik yang memadai," kata Suko, pada Surya (TribunJatim Network), Rabu (28/11/2018).
Teknokrat yang dimaksud Suko bisa berangkat dari banyak tempat. Bisa dari birokrasi maupun dari kalangan pengusaha. Sehingga memiliki kemampuan teknik dalam menata kota dengan baik.

Terkait hal itu Pendiri Rumah Basmalah, Inang Zaenal menyampaikan ungkapannya kepada media terkait salah satu Sosok yang digadang – gadang pantas untuk melanjutkan estafet Pemerintahan Tri Rismaharini untuk periode 2021 yaitu Ibu Hj. Ngatmisih, SH,  M.Hum,  Sang Pejuang Tanah dari Kota Surabaya.

"Ibu Ngatmisih sosok yang Cerdas, Energik dan Bagus dengan didukung kemampuan komunikasinya dengan public yang cukup luas ketika nanti Mencalonkan sebagai Wali Kota Surabaya, selain itu Ibu Ngatmisih sekarang aktif menjadi Ketua Organisasi Sultan Ariyo (konsultan pertanahan arek suroboyo),  lembaga konsultan non profit yang bertujuan untuk membantu permasalahan -permasalahan pertanahan warga surabaya,  dengan memberikan fasilitas konsultasi dan advokasi secara gratis, aktifitas ini dilakukan beliau ketika telah habis masa Jabatannya sebagai Kepala BPN Jawa Timur yang pensiun sejak 1 Maret 2018" tandas Inang Zainal.


Meskipun warga Kota Surabaya selama hampir sepuluh tahun di nahkodai oleh seorang pemimpin perempuan, Inang Zainal menganggap “Bukan berarti masyarakat akan menutup mata dengan calon Perempuan lagi yang akan memimpin Kota Pahlawan tersebut jika kalau Ibu Ngatmisih Mencalonkan Menjadi Wali Kota Surabaya”, Imbuhnya. (Tim/Red)

Monday, 28 January 2019

Pemerintah Adakan Piala Presiden Mobile Legend 2019

JAKARTA, Lingkarfakta.com - Pemerintah menggelar turnamen game online Mobile Legend bertajuk "Piala Presiden Esport 2019".

Panitia berasal dari Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Ekonomi Kreaktif (Bekraf), Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menggandeng salah satu penyelenggara acara esport terbesar di Indonesia, IESPL.

"Kami pilih Mobile Legend yang dipertandingkan karena banyak diminati anak muda Indonesia," ujar Presiden IESPL Giring Ganesha dalam konferensi pers di Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Catatan IESPL sendiri, di tahun 2019 ini, terdapat 50 juta pemain video game online di Indonesia.


Babak kualifikasi akan dilaksanakan di 8 kota terlebih dahulu, yakni Palembang, Bekasi, Manado, Denpasar, Makassar, Solo, Pontianak dan Surabaya.

Dari babak tersebut, dipilh 12 tim terbaik untuk maju ke babak grand final pada 30-31 Maret 2019.

Giring menambahkan, Kemenpora akan memantau penuh jalannya turnamen ini. Pemain game yang dinilai berbakat, berpotensi akan mewakili Indonesia untuk bertanding di kancah Sea Games 2019 di Filipina.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menambahkan, turnamen ini merupakan ide Presiden Joko Widodo sendiri.

"Presiden melihat banyak putra-putri Indonesia memiliki minat. Jadi, ya kita harus memanfaatkan lompatan teknologi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik," ujar Moeldoko.

Selain menanamkan nilai- nilai sportivitas, disiplin, kerjasama dan kolaborasi, Moeldoko menilai, perhelatan ini juga akan mendukung perkembangan industri esport di Indonesia.

"Indonesia ini peringkat ke-16 untuk industri game. Tahun 2017 itu, nilainya sampai 79,7 juta dollar AS berdasarkan data dari Bekraf. Presiden ingin esport ini semakin berkembang, semakin baik bagi perekonomian nasional dan ikut mewujudkan visi Indonesia yang modern," ujar dia.

Sumber : kompas.com

Tabloid Indonesia Barokah Lukai Demokrasi

Jakarta,Lingkarfakta.com  - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq menyebut penyebaran tabloid Indonesia Barokah menyakiti proses demokrasi pilpres 2019. Sebab penyebaran tabloid tersebut tidak bertanggungjawab.

"Ini bukan persoalan Jokowi atau bukan, tapi tabloid yang tak bertanggungjawab akan menyakiti proses demokrasi," ucap Maman kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

"Dia (tabloid Indonesia Barokah) menghancurkan seluruh harapan masa depan Indonesia. Indonesia tanpa fitnah, Indonesia tanpa perpecahan, tanpa propaganda hitam," imbuh Maman.

Menurut Maman, pasangan Jokowi-Ma'ruf akan menang pilpres tanpa menyakiti pihak manapun. Jokowi-Ma'ruf menang juga tanpa mengorbankan siapapun.

"Ini perbuatan licik, kasar, dan tidak mendidik. Jokowi Amin akan menang tanpa menyakiti, tanpa merendahkan dan tanpa mengorbankan persaudaraan seagama, sebangsa dan sesama manusia," kata dia.

Politisi PKB itu merasa prihatin terhadap penyebaran tabloid yang menyudutkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Tabloid itu disebut provokatif dan tidak berimbang.

"Kami menolak tabloid apapun namanya yang pengirim misterius, pengiriman massif, sistematis dan gratis, memojokkan salah seorang calon presiden, tidak berimbang, tidak mengedukasi dan sedikit provokatif," jelas Maman.

Lebih lanjut, Mamang menyinggung tabloid Obor Rakyat yang beredar pada pilpres 2014 lalu. Tabloid Obor Rakyat disebut kampanye hitam karena menebarkan kebencian dan SARA. 

"Ingat, tahun 2014 ada Obor Rakyat. Sebuah karya jurnalistik setan; tidak beretika, tidak berimbang, propaganda hitam yang sangat menganggu proses demokrasi, meresahkan umat, memprovokasi orang untuk melakukan konflik horizontal, menebarkan isu kebencian termasuk SARA," tuturnya.

Setelah Turun dari Wagub, Gus Ipul Jadi Petani Tomat ?

Surabaya,Lingkarfakta.com– Apa yang dilakukan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pasca lengser menjadi Wagub Jatim 12 Februari 2019?

“Setelah ini saya akan belajar menjadi petani. Kalau ada kesempatan politik, ya tentu saya tetap akan mengabdi. Tapi untuk jangka pendek ini saya mencoba untuk menjadi petani organik. Supaya ini sekaligus ingin mengajak anak-anak muda untuk jadi petani. Tantangan besar kita saat ini adalah ketahanan pangan,” kata Gus Ipul kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Imam Bonjol Surabaya, Senin (28/1/2019).

Mengapa memilih petani tomat? “Yang ada saja masih tomat. Saya belajar kepada seseorang yang sudah jalan di Kabupaten Pasuruan. Lahannya nggak banyak, cuma sedikit. Nanti kalau sudah berhasil, saya akan ajak anak-anak muda,” tuturnya.


Sementara itu, istri Gus Ipul, Ny Fatma Saifullah Yusuf akan membuat Yayasan Fatma Foundation dan bergerak di deteksi dini kanker payudara dan serviks. “Kalau ibunya sejahtera, keluarga pasti juga sejahtera. Saya ingin terlibat dalam gerakan cegah dini. Saya ingin keliling lakukan penyuluhan deteksi dini papsmear. Saya kerjasasama dengan sembilan dokter. Harapannya, bisa melayani 50 orang pasien per minggu. Saya bikin bus dan keliling berbagai tempat. Tahap pertama Surabaya dan Sidoarjo dulu,” pungkasnya ( TIM)

Kelayakan Nilai Asesmen Pejabat, Bukan Prioritas Utama


JAKARTA, LINGKARFAKTA.Com - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan tiga nama calon dengan skor tertinggi yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman 85.99 poin, Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Abd Hayat Gani 81.77 poin, dan Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Zubakhhrum Tjenreng 81.50 poin. 

Tiga besar nama tersebut, merupakan hasil seleksi calon Sekprov Sulsel berdasarkan total akumulasi nilai dari nilai asesmen, wawancara, rekam jejak dan penulisan makalah. 

Nilai assessment dari ketiga nama calon Sekprov tersebut ternyata ada yang hanya memiliki penilaian biasa saja. Hasil assessment yang dianggap menjadi indikator penting kemudian ditanggapi oleh Direktur Eksekutif Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI PB HMI), Abd. R. Rorano, menurutnya, hasil riset Goleman menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong kesuksesan dalam bekerja adalah 80 persen ditemukan sumbangan kecerdasan emosional dan 20 persen hanya sumbangan kecedasan intelektual. 

“Komponen kecerdasan emosional meliputi kesabaran dalam bekerja, kemudian hubungan sosial dalam interaksi dan mampu memahami org lain utk membangun kerjasama termasuk dalam mendengarkan org lain berbicara,” terangnya dalam keterangan tertulisnya dikirim ke media ini. Senin, (28/1/2019).

Sementara itu, kata Rorano, berbagai riset juga membuktikan bahwa kecerdasan emosional menyumbang persentase yang lebih besar dalam kemajuan dan keberhasilan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual yang biasanya diukur dengan Intelligent Quotient (IQ). Sehingga kecerdasan emosional dapat bekerja secara sinergis dengan ketrampilan kognitif.

“Dengan demikian tanpa adanya kecerdasan emosional maka seseorang tidak akan mampu menggunakan ketrampilan kognitif sesuai dengan potensinya. Apalagi ini merupakan Jabatan strategis di dalam pemerintahan (Sekprov),” tegasnya.

Abd. R. Rorano menambahkan, nilai assessment bukanlah merupakan indikator utama dalam melakukan penilaian terhadap seseorang. Assesment harus di pahami sebagai variabel mewakili aspek kecerdasan intelektual. sedangkan wawancara, rekam jejak dan pembuatan makalah merupakan bagian aspek kecerdasan emosional yang juga tidak dapat diabaikan. 


“Oleh sebab itu, sudah seharusnya Pansel memperhatikan berbagai indikator secara objektif untuk dapat menilai kelayakan seseorang dalam menempati suatu Jabatan. Sehingga tidak terpaku hanya pada nilai assessmant, karena hal tersebut bukan menjadi ukuran dasar seseorang menjadi pejabat,” imbuhnya. (ari)

Rocky Gerung : Saya Akan Kritik Prabowo Selama 12 Menit Pasca Dilantik


JAKARTA, LINGKARFAKTA.Com - Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky Gerung lontarkan ucapan yang menohok di forum Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dan Rocky kerap dikritik oleh kubu 01 lantaran sering menghadiri forum 02.

Mereka bilang, kenapa enggak bicara di kami. Saya bilang undang saja ke markas Pak Jokowi dan saya akan kritik kekuasaan juga. Mereka pikir ketika saya akan bicara di situ, saya akan kritik Prabowo. Ya enggak lah," kata Rocky di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu 26 Januari 2019.

"Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik. Catat jejak digital hari ini," tegasnya.

Menurut Rocky, kritik pedasnya kepada Jokowi bukanlah Jokowi sebagai seorang pribadi, melainkan Jokowi sebagai tubuh politik dan kebijakannya.

"Saya ini juga bukan tim sukses dari Prabowo-Sandi. Tapi saya ingin Prabowo dan Sandiaga sukses di Pilpres 17 April mendatang," ucap dia, yang disambut tepuk tangan dari ribuan audiens.

Dalam acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga itu, Rocky menegaskan bahwa ia ingin mengembalikan kampus sebagai tempat mengolah pikiran.

Kampus yang berpikir akan memudahkan kita untuk menyeberangkan milenial ke era 2024 ke depan. Karena di era itu, konfrontasinya adalah konfrontasi pikiran dan argumen," tuturnya.

Rocky mengaku sangat 'ngotot' supaya akal sehat diedarkan di kampus, karena fungsi kampus adalah mengedarkan akal sehat. Menurutnya, akal pikiran adalah inti dari demokrasi. "Bagaimana mungkin orang gila disuruh membuat kebijakan. Akalnya itu tidak cukup," pungkasnya.

Ia menegaskan, sudah menjadi tugas kaum intelektual, yang hadir pada deklarasi tersebut untuk dipersatukan dalam keinginan inventing the future, sambil mengingat masa lalu. Sebab, tugas intelektual adalah untuk menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui akal pikiran.

"Akal pikiran adalah satu-satunya fasilitas yang diberikan secara gratis. Jadi mereka yang enggak punya akal, mungkin tidak hadir saat Tuhan memberikan. Mungkin mereka lagi di gorong-gorong, lagi selfie di pantai, atau mungkin lagi cukur di bawah pohon," tandasnya.


"Kalau 17 Agustus itu hari kemerdekaan bangsa. Tapi nanti 17 April, itu adalah hari kemerdekaan akal sehat," tutupnya. (ari)

Sunday, 27 January 2019

Anna Luthfie Ungkap Gerakan Mahasiswa Saat Ini Mengalami Kemunduran


SURABAYA, LINGKARFAKTA.Com - Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI) Badan Koordinasi Daerah Jawa Timur gelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Implementasi Pergerakan Mahasiswa Menuju Generasi Beradab dan Kebangsaan”.

Anna Luthfie selaku pemateri seminar, dalam pemaparannya mengatakan, gerakan mahasiswa saat ini bisa dianggap ‘mati suri’, karena mahasiswa tidak serius bertindak pada isu-isu sosial kemasyarakatan.

“Apalagi kekuatan utama dunia itu akan bergeser pada asia pasifik, yakni di bidang ekonomi. Dan itu tergantung pada sumber daya alam Indonesia,” tegas Anna Luthfie dihadapan mahasiswa ilmu sosial dan politik se Jawa Timur di Gedung Srikandi I6, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Minggu, (27/1/2019).

Lanjut Anna Luthfie, yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Pemuda Karang Taruna Nasional mengatakan, mahasiswa saat ini rapuh solidaritas dan kepedulian, menandakan mahasiswa tidak mampu menjawab tantangan zaman. “Padahal, gerakan mahasiswa itu harapan besar bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kemudian, Anna Luthfie juga menyampaikan, keprihatinnya atas gerakan mahasiswa yang lebih mengarah obrolan diskusinya di warkop tidak substantif. Ini menjadi kemunduran bagi gelar mahasiswa yang merupakan penyambung lidah rakyat.

“Solusi yang bisa saya berikan pada adik-adik mahasiswa, yakni, fokus dan tekuni hal-hal yang disukai/hobi yang kemudian optimis akan menjadi ahli dalam bidangnya,” tutur dia.

Gerakan Mahasiswa, kata Anna Luthfie, akan efektif dan hidup ketika menemukan Common Platform, yakni, gerakan gerakan itufokus pada isu-isu terkait pembangunan dan kemandirian ekonomi, gerakan pendidikan, lingkungan, sosial dan budaya.


“Sehingga, gerakan mahasiswa itu menjadi daya lecut, dimana mahasiswa yang sebagai agen perubahan, didorong untuk melakukan perang terhadap ketidakadilan, ketertinggalan dan ketimpangan sosial,” pungkas Caleg DPRD Jatim dari PAN nomor urut 1 dapil kabupaten Sidoarjo tersebut. (ari)

Saturday, 26 January 2019

Antonius : Rizayati Takut Mengaku Sebagai Ring 1 Jokowi


BOGOR, LINGKARFAKTA.Com - Tuntutan biaya yang tinggi buat Rizayati untuk menjadi Caleg Nasdem. Membuatnya harus melakukan penipuan skala besar kepada warga Sulut dan daerah lainnya dengan modus Rumah Bersubsidi Jokowi. Hal itu disampaikan Antonius Ngampas salah satu korban penipuan.

Antonius juga mengatakan, Rizayati tidak segan dan takut mengaku sebagai ring 1 Jokowi, membawa nama-nama petinggi negara ring satu Presiden, mencatut PUPR, dan Sekretaris Negara (Setneg) untuk meyakinkan korban agar membayar sejumlah uang muka untuk pembangunan Rumah Bersubsidi Jokowi.

“Bahkan untuk wilayah Sulawesi Utara, mayoritas korbannya adalah para pendeta Sinode GMIM yang berjumlah 64 Pendeta dengan masing-masing pendeta menyetor uang muka senilai 45 - 65 juta rupiah,” ucap pria asal kabupaten Minahasa tersebut. Minggu, (27/1/2019).

“Bukan hanya kasus Perumahan Bersubsidi Jokowi, tapi juga banyak beberapa Kasus penipuan lainnya,” tegas Antonius.

Lanjut Antonius, karena banyak Korban mulai bermunculan memberikan testimoni terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh Rizayati, Caleg Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Daerah Pemilihan (Dapil) V Jabar, Kab Bogor).



“Maka, kami membentuk tim kecil untuk melakukan langkah-langkah penelusuran kasus yang terindikasi telah merugikan banyak masyarakat ini,” ujarnya. 

Para korban, kata Antonius, sudah mencoba beberapa kali untuk lapor kepolisian setempat, tapi berhubung tidak ada tindak lanjut dari laporan-laporan tersebut.
“Maka para korban berinisiasi untuk membentuk suatu gerakan bersama supaya kasus yang mengatasnamakan dan mencatut orang nomor satu di Republik ini bisa segera ditangani oleh kepolisian. Mayoritas korbannya tidak menginginkan adanya efek politik dari kasus ini,” harap Antonius.

Pria asal Sulawesi Utatar (Sulut) ini juga menceritakan bahwa, seiring dengan maraknya pemberitaan tentang kasus penipuan, Rumah Subsidi oleh PT Cakrawala Karya Kinakas, pimpinan John Sumantri, yang telah meraup uang korbannya hingga miliaran rupiah.

“Maka kami yang juga korban di Sulawesi Utara, Aceh, dan Lampung menjadi khawatir dikarenakan kesamaan modus yang dilakukan oleh Direktur CV Imza Rizki Jaya Rizayanti, tutupnya. (ari)

Tim PGSD Unusa Perkuat Literasi Soal Matematika Kepada Guru-guru di Pasuruan


PASURUAN, LINGKARFAKTA.Com - Tim Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) dari Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), melakukan mentoring kepada guru-guru di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan.

Selama tiga hari, guru-guru gugus 3 dan 4 di kecamatan tersebut diajarkan cara membuat soal matematika dalam bentuk cerita berbasis keunggulan lokal.

Project Leader Unusa, Fifi Khoirul Fitriyah mengatakan, workshop ini bertujuan memperkuat literasi para guru dalam membuat soal matematika yang berbentuk cerita. Karena, kata dia, soal matematika yang berbentuk cerita terdapat unsur literasinya.

"Mengingat adanya keterbatasan siswa dalam memahami soal matematika berbentuk cerita, karena bahasa ibu siswa adalah bahasa Madura,” ujarnya. Sabtu, (26/1/2019).

Soal matematika yang realistik, menurut Fifi, banyak ditemukan dalam soal-soal cerita. Soal cerita menjembatani pemahaman siswa (kognitif) dengan realitas kehidupan sehari-hari. 

"Artinya agar tidak terjadi keterbelahan epistemologis antara aspek koginitif, afektif dan psikomotorik. Atau equivalen dengan pendidikan berkemaknaan sesuai dengan tujuan bengkel numerasi," terangnya.

Ia berharap, mentoring ini dapat memunculkan solusi berupa buku saku numerasi sebagai sebuah panduan intervensi, khususnya dalam memecahkan soal cerita. "Dari hasil baseline, kemampuan numerasi di gugus 3 dan 4 adalah lemah dalam memecahkan soal cerita," ucapnya.

Sanusi, salah satu guru dan peserta workshop mengakui pentingnya inovasi pengajaran. Selama ini pembelajaran Matematika disampaikan dengan metode yang kaku dan membosankan. Matematika juga seolah menjadi momok yang menakutkan.

“Workshop ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami guru, karena relevan dengan kebutuhan siswa, siswa memang sangat terbatas dalam memahami soal cerita," tandasnya.

Perlu diketahui, Unusa mendapat hibah dari DFAT (Departement of Foreign Affairs and Trade) yang merupakan hasil kerjasama pemerintah Australia dengan Kemendikbud Republik Indonesia.

Melalui program Inovasi, Unusa menggagas ‘Bengkel Literasi Numerasi’ di Pasuruan dengan melibatkan 16 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Lekok.

Bengkel Literasi Numerasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar yang difokuskan pada kemampuan literasi dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematik Realistik Indonesia).

Inilah Momen Perayaan Ultah Cipayung yang Ke-47


SURABAYA, LINGKARFAKTA.Com - Tepat pada tanggal 22 Januari 2019 merupakan ulang tahun Cipayung Ke 47 Tahun. Gerakan Cipayung digagas awal mulanya karena pemerintah orde baru dianggap sudah jauh dari cita cita kenegaraan. Komitmen awal pemerintah membangun semangat tata negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat dan demokrasi dirasa kian menyimpang. Maka, diadakanlah pertemuan pada tanggal 19-22 Januari 1972 di Desa Cipayung Jawa Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan pusat organisasi kemahasiswaan diantaranya HMI, GMNI, PMII, GMKI dan PMKRI yang kemudian menghasilkan 7 butir Indonesia yang kita cita-citakan. Tujuh butir itu ialah 

1. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan adalah Indonesia yang digambarkan dalam pembukaan UUD 1945 yaitu, masyarakat adil dan makmur, spiritual dan material berdasarkan Pancasila.
2. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan adalah Indonesia yang kuat bersatu, Indonesia yang cerdas dan modern, Indonesia yang demokratis dan adil, Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia dan wibawa hukum, Indonesia yang sehat dan makmur, Indonesia yang bebas dari ketakutan dan penindasan, Indonesia yang berperanan dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia, Indonesia yang layak bagi tempat dan kehidupan manusia selaku makhluk Tuhan.
3. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan hanya mungkin dicapai dari pembangunan ke pembangunan dengan bekerja keras, jujur, hemat, yang dilandasi semangat pioner melalui pengorbanan.
4. Indonesia yang kita cita-citakan hanya dapat dibangun atas pikiran dan tekad bersama, yang erat dan terarah dari generasi ke generasi bangsa Indonesia dengan tidak mengenal perbedaan agama, suku, daerah, umur, dan golongan, karena tekad pikiran yang demikian inilah yang mencetuskan Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945 dan Orde Baru kita sekarang ini.
5. Dalam rangka membangun masa depan dalam Indonesia yang kita cita-citakan, maka pembentukan dan pembinaan generasi pembangunan selaku generasi penerus adalah mutlak. Kita bercita-cita membangun masa depan yang lebih baik dari masa kini dan masa kemarin, karena itu generasi pembangun memerlukan keberanian melihat dan menilai dasar-dasar pembangunan masa depan dan meninggalkan pola-pola lama, ikatan-ikatan lama, yang menghalangi usaha pembangunan masa depan yang baru. Generasi pembangun itu mempunyai ciri-ciri khas, yaitu bebas dan terbuka, positif, kritis, dinamis, jujur, berdedikasi, dan radikal. Ciri-ciri khas itu merupakan unsur dalam melihat masa depan, serta menilai masa kini dan masa lampau.
6. Generasi pembangun mutlak turut menentukan isi, bentuk, corak, dan watak dari Indonesia yang kita cita-citakan, dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk menyampaikan pikiran-pikiran, pendapat-pendapat dan tenaga melalui kebebasan yang bertanggung jawab, yang dijamin atas dasar hukum, dan untuk itu pembinaan generasi pembangun menjadi kewajiban bersama.
7. Generasi pembangun ini, akan mempunyai peranan bila dalam generasi pembangun itu sendiri ada inisiatif untuk mengubah dan mempersiapkan diri menerima dan memikul tanggung jawab masa depan dalam mencapai Indonesia yang kita cita-citakan itu. Inisiatif itu berbentuk usaha membuka diri dalam memahami pada artinya anugerah Tuhan untuk kita hidup di Indonesia, mempergunakan ilmu dan teknologi dalam memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, menerima pikiran-pikiran yang beraneka ragam dari berbagai golongan generasi muda dalam masyarakat, dan kesediaan mempersiapkan diri mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Untuk mengingat sejarah tersebut, pimpinan cabang organisasi kemahasiswaan di tingkat  Surabaya menggagas konsolidasi yang mengatasnamakan Cipayung Surabaya. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019 bertempat di Sekretariat HMI Cabang Surabaya Jalan Pucang Anom No.85A, Surabaya. Pertemuan ini dihadiri oleh 7 organisasi kemahasiswaan diantaranya HMI, PMII, GMNI, PMKRI, MKHDI, IMM, dan LMND. Pembahasan Pertemuan ini menitikberatkan pada implementasi Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. 

Permen ini dipandang berpotensi sebagai perwujudan baru NKK/BKK pada era Orde Baru, sehingga perlu dijadikan topik utama pembahasan mengingat berkaitan langsung dengan eksistensi Cipayung di kampus-kampus. Salah satu indikasinya adalah dengan dilarangnya atribut Ormek (organisasi ekstra kampus) dipasang di kampus. Tetapi disisi lain juga memberikan angin segar bagi Ormek bahwa dengan diberlakukannya Permen tersebut menjadi dasar legalisasi Ormek di dalam kampus. 

Dari pertemuan ini menghasilkan beberapa catatan penting diantaranya adalah mendorong Rektor sebagai pimpinan kampus untuk menerbitkan peraturan rektor yang salah satu isinya adalah menegaskan legalisasi Ormek di kampus sesuai amanat permenristekdikti nomor 55 Tahun 2018. Meninjau kembali  teknis pembentukan dan pelaksanaan UKM Pembinaan Ideologi Bangsa dengan meminta penjelasan dari Kemenristek Dikti mengenai hal tersebut. 

Silaturrahmi Cipayung Surabaya, juga dijadikan momentum konsolidasi gerakan mahasiswa di Surabaya dalam penyikapan terhadap isu isu lokal yang ada di Kota Surabaya. Dengan hastag #GoyangSurabaya.


Oleh : Cipayung Surabaya