Kelayakan Nilai Asesmen Pejabat, Bukan Prioritas Utama - Lingkar Fakta

Monday, 28 January 2019

Kelayakan Nilai Asesmen Pejabat, Bukan Prioritas Utama


JAKARTA, LINGKARFAKTA.Com - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan tiga nama calon dengan skor tertinggi yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman 85.99 poin, Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Abd Hayat Gani 81.77 poin, dan Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Zubakhhrum Tjenreng 81.50 poin. 

Tiga besar nama tersebut, merupakan hasil seleksi calon Sekprov Sulsel berdasarkan total akumulasi nilai dari nilai asesmen, wawancara, rekam jejak dan penulisan makalah. 

Nilai assessment dari ketiga nama calon Sekprov tersebut ternyata ada yang hanya memiliki penilaian biasa saja. Hasil assessment yang dianggap menjadi indikator penting kemudian ditanggapi oleh Direktur Eksekutif Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI PB HMI), Abd. R. Rorano, menurutnya, hasil riset Goleman menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong kesuksesan dalam bekerja adalah 80 persen ditemukan sumbangan kecerdasan emosional dan 20 persen hanya sumbangan kecedasan intelektual. 

“Komponen kecerdasan emosional meliputi kesabaran dalam bekerja, kemudian hubungan sosial dalam interaksi dan mampu memahami org lain utk membangun kerjasama termasuk dalam mendengarkan org lain berbicara,” terangnya dalam keterangan tertulisnya dikirim ke media ini. Senin, (28/1/2019).

Sementara itu, kata Rorano, berbagai riset juga membuktikan bahwa kecerdasan emosional menyumbang persentase yang lebih besar dalam kemajuan dan keberhasilan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual yang biasanya diukur dengan Intelligent Quotient (IQ). Sehingga kecerdasan emosional dapat bekerja secara sinergis dengan ketrampilan kognitif.

“Dengan demikian tanpa adanya kecerdasan emosional maka seseorang tidak akan mampu menggunakan ketrampilan kognitif sesuai dengan potensinya. Apalagi ini merupakan Jabatan strategis di dalam pemerintahan (Sekprov),” tegasnya.

Abd. R. Rorano menambahkan, nilai assessment bukanlah merupakan indikator utama dalam melakukan penilaian terhadap seseorang. Assesment harus di pahami sebagai variabel mewakili aspek kecerdasan intelektual. sedangkan wawancara, rekam jejak dan pembuatan makalah merupakan bagian aspek kecerdasan emosional yang juga tidak dapat diabaikan. 


“Oleh sebab itu, sudah seharusnya Pansel memperhatikan berbagai indikator secara objektif untuk dapat menilai kelayakan seseorang dalam menempati suatu Jabatan. Sehingga tidak terpaku hanya pada nilai assessmant, karena hal tersebut bukan menjadi ukuran dasar seseorang menjadi pejabat,” imbuhnya. (ari)
Comments


EmoticonEmoticon